Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Ilmu’

Sempena sambutan Maulid Nabi SAW yang diraikan setiap tahun pada 12 rabiul Awal maka penulis ingin mengingati peristiwa penting ini dengan berlatar belakangkan perjuangan rakyat Palestin yang semakin mendapat liputan hari ini ekoran dari kepungan dan serangan biadap Israel ke atas Gaza.

Rasulullah SAW adalah Nabi terakhir yang dinanti-nantikan oleh semua terutama dari kalangan ahli kitab (Yahudi dan Nasara). Kelahiran Nabi yang bernama Ahmad ini disebut di dalam kitab Injil dan Taurat (termasuk kitab perjanjian Lama dan Baru iaitu kitab-kitab suci yang diselewengkan oleh rahib-rahib dan rabbi-rabbi yahudi). Malangnya apabila Nabi Muhammad SAW ini muncul di Tanah Arab yang kelahirannya dinantikan dengan tanda-tanda yang amat dikenali oleh mereka berdasarkan apa yang terkandung di dalam kitab-kitab Taurat dan Injil, baginda didustakan. Pendustaan ini dirakamkan oleh Al-Quran seperti dalam surah as-saff. ‘Dan berkata Isa anak Maryam, Wahai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah Rasul yang diutus kepada kamu yang membenarkan apa yang diwahyukan kepada kamu dalam Taurat dan membawa berita gembira tentang kelahiran seorang Rasul yang bernama Ahmad. Apabila Nabi ini diutus mereka mengatakan ‘Ini adalah sihir yang nyata’.

(more…)

Read Full Post »

Ambilan dari http://hendry.tblog.com/post/393321

Alhamdulilahi Rabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘alaa Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihih wa sallam, wa ba’du

Ilmu tajwid dengan beragam istilah yang ada di dalamnya secara teori itu memang ditulis bukan di masa Rasulullah SAW. Di masa Rasulullah SAW masih hidup, tiap orang Arab sudah tahu bagaimana cara membaca atau melafazkan Al-Qur’an dengan baik dan benar. Bahkan meski orang itu belum masuk agama Islam sekalipun. Sebab Al-Qur’an memang diturunkan kepada mereka dan dalam bahasa mereka, meski isinya untuk seluruh manusia sedunia. Maka di masa Rasulullah SAW memang nyaris tidak dibutuhkan ilmu tajwid.

Ketika agama Islam melebarkan sayap ke seluruh dunia, lalu orang-orang non Arab masuk Islam berbondong-bondong, mulailah timbul problem dalam membaca Al-Quran. Lidah mereka sulit sekali mengucapkan huruf-huruf yang ada di dalam Al-Quran. Misalnya huruf ‘dhad’ yang ternyata tidak pernah ada di dalam semua bahasa manusia. Sehingga bahasa arab dikenal juga dengan sebutan bahasa ‘dhad’.

Maka dibutuhkan sebuah disiplin ilmu tersendiri tentang bagaimana cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar, sesuai dengan makhraj masing-masing huruf dan sifat-sifatnya. Juga bagaimana cara melafazhkannya, membacanya dari mushaf dan seterusnya. Sebab di masa Rasulullah SAW mushaf yang ada masih terlalu sederhana tulisannya. Kalau bukan orang arab, mustahil ada yang bisa membacanya. Ilmu itu dinamakan ilmu tajwid yang berfungsi menjelaskan bagaimana cara membaca dan membaguskan bacaan Al-Qur’an.

Dalam tarikh Islam, disebut-seubt nama Abul Aswad Ad-Du’ali yang berjasa dalam membuat harakat (tanda baris) pada mushaf Al-Quran. Juga membuat tanda-tanda berhenti dalam membacanya (waqaf). Beliau masih termasuk dalam jajaran tabi’in, yaitu satu lapis generasi setelah shahabat Rasulullah. Disebut-sebut bahwa beliau melakukannya atas perintah dari Ali bin Abi Thalib. Setelah itu, para ulama dari berbagai penjuru negeri Islam mulai berlomba menyempurnakan apa yang telah beliau rintis. Sehingga akhirnya ilmu tajwid menjadi semakin lengkap hingga sekarang ini.

Ilmu tajwid bisa dibedakan berdasarkan praktek maupun teorinya. Yang dimaksud seorang menguasai ilmu tajwid secara praktek adalah bila seseorang mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan makharijul huruf dan aturan-aturannya. Sedangkan yang dimaksud dengan menguasai ilmu tajwid secara teori adalah mengetahui hukum-hukum tajwid lengkap dengan istilah-istilahnya.

Antara keduanya bisa dikuasai secara terpisah atau bisa menyatu. Misalnya, ada orang yang bisa membaca Al-Qur’an dengan benar dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid meski tidak bisa menerangkan istilah-istilah hukum bacaan itu. Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang yang secara teori paham dan hafal betul semua aturan teoritis cara membaca Al-Qur’an, tapi giliran disuruh membacanya, bacaannya justru amburadul dan berantakan.

Sehingga bila dipisahkan antara ilmu tajwid secara teori dan praktek, maka hukumnya menguasai ilmu tajwid secara teori adalah sunnah buat setiap muslim. Tapi ilmu itu tetap sangat berguna untuk mengajarkan cara bacaan, sehingga harus tetap ada sekelompok tertentu dari umat Islam dengan jumlah cukup dimana mereka menguasai ilmu itu secara terori dan praktek. Sehingga kedudukan hukumnya bisa mencapai derajat fardhu kifayah bagi tubuh umat Islam secara kolektif.

Namun menguasai ilmu tajwid secara praktek wajib hukumnya bagi tiap individu muslim. Dan seseorang tidak bisa disebut sudah bisa baca Al-Qur’an bila tidak menguasai ilmu tajwid secara praktek. Allah berfirman,

Berkatalah orang-orang yang kafir, “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil.(Al-Furqan: 32)

Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil. (Al-Muzzammil : 4)

Sebagai seorang muslim, maka kewajiban kita adalah membaca Al-Qur’an persis sebagaimana dibacakan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Apa yang kita dengar itulah yang harus diikuti dan dibaca. Lepas dari bagaimana bentuk tulisannya atau apa nama hukumnya. Sebab tulisan dan istilah hukum bacaannya adalah sesuatu yang datang kemudian.

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (Al-Qiyamah: 180).

Read Full Post »

Pesta Buku – Apa Cerita?

Assalamu’alaikum wa rahmatullah

Lama sungguh tidak menulis…agak padat dengan kerja design dan program motivasi pelajar sekolah menengah di Melaka.

Aik, tajuknya Pesta Buku, kenapa bicara motivasi…? Ha, itulah dia perancangan esok hari!

Macam-macam yang didengar dari kawan yang ke pesta itu…di PWTC KL.

Ada yang berkata menarik dan pelbagai genre buku dapat ditemui. Menariknya lagi, dapat bertemu penulis buku yang kita baca. Tidak kira dari penulis novel, buku motivasi dan sebagainya.

Apapun saya belum menjejakkan kaki ke sana. Harapnya punya kesempatan untuk ke sana bagi melihat perkembangan industri buku dan penerbitan di Malaysia.

Ada berita kawan pula, tak dapat diskaun pembelian buku dari toko buku yang bertempat di pesta tersebut. Hanya keramaian dan ‘one stop center’ toko dan penerbit buku sahaja.

Apapun, mari kita sama-sama pergi dan membeli apa yang patut.

Saya nak berkunjung ke Booth Pustaka Salam, No. 47 tak salah saya, pesan kawan.

Wallahualam ๐Ÿ™‚

Read Full Post »

Assalamu’alaikum wa rahmatullah

Generasi muda hari ini kebanyakan mendapat pengetahuan politik dari sejarah yang bertulis dan perdebatan dari kalangan generasi yang terlibat secara langsung dengan politik. Melihat satu sisi yang lain, generasi muda yang mula menunjangi masyarakat massa hari ini tidak begitu memahami apakah politik yang sebenar.

Jika dahulu dalam sejarah, pengamalan politik adalah pelbagai seperti Marxisme, Secularism, dan sebagainya yang masih diamalkan sehingga kini. Kini manusia masih mencari-cari sistem politik yang serupa apakah yang paling membawa keuntungan kepada semua pihak. Keuntungan yang bermaksud dari keadilan, kemewahan, kefahaman yang jelas tanpa penipuan oleh golongan pengamal politik dan sistem yang digunapakai.

Setengah orang memahami politik hanya dimainkan oleh ahli politik tanpa sedar ia juga melibatkan ekonomi, pendidikan, sektor pekerjaan, pembangunan negara, hubungan antara negara luar dan keagamaan yang berbeza.

(more…)

Read Full Post »

Assalamu’alaikum wa rahmatullah

Ketika dalam bas menuju ke kediaman lepas seharian merayau mencari buku bacaan untuk dibeli. Letih duduk di kerusi dalam bas. Dua tempat duduk. Setelah bergerak lebih 15 minit perjalanan bas, berhenti mengambil penumpang. Sebelah tempat kosong.

Naiklah ramai anak gadis, pelajar IPT kebetulan dalam laluan bas yang sama. Tiba-tiba salah seorang dari mereka duduk di sebelah dengan senang hati. Bila diperhati keliling masih ada kerusi yang kosong untuk diduduki wanita muda ini dan teman sebelahnya adalah wanita juga. Saya naik hairan.

Lantas mencadangkan wanita disebelah saya itu untuk duduk bersama kakak di sana yang masih kosong di sana. Saya bilang itu lebih bagus untuk kita berdua. Dibalasnya, “Kenapa, tak boleh ke?”. Dia bertudung dan kemas pakaiannya. Saya diam sebentar. Berpaling.

(more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

%d bloggers like this: