Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Pengorbanan’

Puisi Kasih Berbau Syurga

Perlahan terdengar,
Suara nyaring menangis,
buat yang pertama kali,
kuat sekali,
Dengan kasih sayang seorang perempuan,
Si kecil itu pun dibesarkan,
ditimang-timang,
disayang-sayang,
hingga besarnya si kecil itu mengenal orang,
bicara riang tak gusar susah senang.

Perempuan yang pengasih itu,
tak pernah meminta,
hanya memberi selalu,
bahkan pada si kecil itulah yang kini,
sering dia memberi, bermanja-manja
Perempuan itu senang menurutkan dalam senyuman,
Si Kecil itu kini pandai canda tawa dan mahu bergaul orang,
Bisa berlari berkejaran berkawan dengan sesiapa,
Perempuan penyayang itu hanya melihat dia berkembang dewasa,
Dibelainya kasih dan cinta,
Diusapnya rambut sambil berpesan-pesan,
Seingat budak yang telah dewasa itu begini barangkali,

Berlakulah ihsan pada sesama manusia,
jangan pernah mengalah,
bila ditekan resah gelisah,
mahupun dengkian yang menyusah.
Kita mesti gagah teraju umat penyudah.
Teruskan berjuang pantang menyerah!

Ya
Bait kata itu selalu diulang perempuan itu,
Selalu…

Setiap malam dalam rindukan Tuhannya,
Dia berdoa dalam esaknya,
Budak dewasa itu mendengar dari celahan pintu bilik,
Perempuan itu selalu menyebut namanya,
Dimohonnya agar budak dewasa itu sering terjaga
dari segala bencana, dosa dunia,
Dihiasi taqwa tamsilan iman mulia.

Astaghfirullah…
Menitis air mata hangat di pipi budak dewasa itu,
Aku pun turut menangis amat,

Ya…
Si kecil yang menjadi budak dewasa itu,
Kini di sini,
Dia adalah aku….
Perempuan itu adalah Ibu Kasihku…
Sungguh saat ini aku mengerti kasih cinta ibu padaku…
Si kecil yang menjadi dewasa dalam tangannya,
Yang acap terima pesan darinya,
Bagai puisi kasih berbau syurga!

Wahai Allah yang Maha Beri Ampun
Lupuskanlah dosa ibuku
Wahai Allah Yang Kuasa
Berikanlah rahmat kepada ibunda
Wahai Allah Yang Esa
Kasihilah ibu selamanya

Ameen Ya Rabbal ‘Alamin

Fauzan Ibrahim
Bukit Beruang
7 Mei 2008

_________________________________________________

Duhai Bonda – klik Download

Bagai kerdipan lilin yang berkilau, bercahaya
Menggantikan mentari terangi malam nan gelita
Membakar diri pun membeikan cahaya
Membiar diri musnah terlebur
Korban segalanya penuh rela

Biar dimamah arus usia
Tidak pernah kenal derita
Bagai sungai kasih yang mengalir
Tiada penghentiannya, tak bertebing

Duhai ibunda kaulah anugerah istimewa
Berkorban jiwa raga redahi hidup nan mencabar
Berusaha dan sabar dalam mengharungi derita
Hidupmu penuh ranjau meniti kepayahan yang tiada kesudahan

Tidak sekali mengharapkan dibalasi permata
Cukup engkau rasa bahagia
Lihat anak-anakmu berjaya
Kau penawar hati duka
Walau hatimu terluka
Engkau ibu engkaulah bapa
Pabila ayah tiada

Hanya Tuhan saja yang dapat membalas jasamu
Kerana Tuhan saja yang tahu penderitaanmu
Wahai bonda

-oleh Nowseeheart.

Read Full Post »

(more…)

Read Full Post »

%d bloggers like this: